Friday, 29 December 2017

Beberapa Kata Pepatah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ






عَنْ أَبِي عَبَّاسٍ عَبْدِ اللهِ بنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كُنْتُ خَلْفَ النبي صلى الله عليه وسلم يَومَاً فَقَالَ: (يَا غُلاَمُ إِنّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ: احْفَظِ اللهَ يَحفَظك، احْفَظِ اللهَ تَجِدهُ تُجَاهَكَ، إِذَاَ سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَاَ اسْتَعَنتَ فَاسْتَعِن بِاللهِ، وَاعْلَم أَنَّ الأُمّة لو اجْتَمَعَت عَلَى أن يَنفَعُوكَ بِشيءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلا بِشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ لَك، وإِن اِجْتَمَعوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشيءٍ لَمْ يَضروك إلا بشيءٍ قَد كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفعَت الأَقْلامُ، وَجَفّتِ الصُّحُفُ) – رواه الترمذي وقال: حديث حسن صحيح – وفي رواية – غير الترمذي: اِحفظِ اللهَ تَجٍدْهُ أَمَامَكَ، تَعَرَّفْ إلى اللهِ في الرَّخاءِ يَعرِفْكَ في الشّدةِ، وَاعْلَم أن مَا أَخطأكَ لَمْ يَكُن لِيُصيبكَ، وَمَا أَصَابَكَ لَمْ يَكُن لِيُخطِئكَ، وَاعْلَمْ أنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الفَرَجَ مَعَ الكَربِ، وَأَنَّ مَعَ العُسرِ يُسراً 

Terjemahan:
Dari Abu Al ‘Abbas, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata : Pada suatu hari saya pernah berada di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat : Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjaga kamu. Jagalah Allah, niscaya kamu akan mendapati Dia di hadapanmu. Jika kamu minta, mintalah kepada Allah. Jika kamu minta tolong, mintalah tolong juga kepada Allah. Ketahuilah, sekiranya semua umat berkumpul untuk memberikan kepadamu sesuatu keuntungan, maka hal itu tidak akan kamu peroleh selain dari apa yang sudah Allah tetapkan untuk dirimu. Sekiranya mereka pun berkumpul untuk melakukan sesuatu yang membahayakan kamu, niscaya tidak akan membahayakan kamu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Segenap pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.” (HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain hasan shahih. Dalam riwayat selain Tirmidzi : “Hendaklah kamu selalu mengingat Allah, pasti kamu mendapati-Nya di hadapanmu. Hendaklah kamu mengingat Allah di waktu lapang (senang), niscaya Allah akan mengingat kamu di waktu sempit (susah). Ketahuilah bahwa apa yang semestinya tidak menimpa kamu, tidak akan menimpamu, dan apa yang semestinya menimpamu tidak akan terhindar darimu. Ketahuilah sesungguhnya kemenangan menyertai kesabaran dan sesungguhnya kesenangan menyertai kesusahan dan kesulitan”)
[Tirmidzi no. 2516]

Thursday, 28 December 2017

Takutla Kepada ALLOH

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ






                   

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ جُنْدُبِ بنِ جُنَادَةَ وَأَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ مُعَاذِ بِنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ) – رواه الترمذي وقال: حديث حسن. وفي بعض النسخ: حسنٌ صحيح
 
Terjemahan:
 
Dari Abu Dzar, Jundub bin Junadah dan Abu ‘Abdurrahman, Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda : “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan susullah sesuatu perbuatan dosa dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”.
(HR. Tirmidzi, ia telah berkata : Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih)

Berlaku Baik dan Menyantuni Atas Setiap Sesuatu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ



عَنْ أَبِي يَعْلَى شَدَّادِ بنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (إِنَّ اللهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيءٍ. فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا القِتْلَةَ، وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذِّبْحَةَ، وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ، وَلْيُرِحْ ذَبِيْحَتَهُ) – رواه مسلم 

Terjemahan:
 
Dari Abu Ya’la, Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau telah bersabda : “ Sesungguhnya Allah mewajibkan berlaku baik pada segala hal, maka jika kamu membunuh hendaklah membunuh dengan cara yang baik dan jika kamu menyembelih maka sembelihlah dengan cara yang baik dan hendaklah menajamkan pisau dan menyenangkan hewan yang disembelihnya”.
[Muslim no. 1955]

Hadits Arba'in ke 16 Jangan Marah


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ                   


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبيِّ صلى الله عليه وسلم: أَوصِنِيْ، قَال: ( لاَ تَغْضَبْ ) فردد مراراً قال:                ( لاَ تَغْضَبْ ) – رواه البخاري
Terjemahan:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.
[Bukhari no. 6116]

Berkata Baik, Memuliakan Tetangga dan Tamu

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ




عَن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرَاً أَو لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ واليَومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ) – رواه البخاري ومسلم
 
Terjemahan:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda : “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tetangga dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah ia memuliakan tamunya”.
[Bukhari no. 6018, Muslim no. 47]

Hadits Arba'in Ke 14 Kehormatan Jiwa Seorang Muslim



عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ: (لا يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ إِلاَّ بإِحْدَى ثَلاثٍ: الثَّيِّبُ الزَّانِيْ، وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ، وَالتَّاركُ لِدِيْنِهِ المُفَارِقُ للجمَاعَةِ) – رواه البخاري ومسلم

Terjemahan:
Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu, ia berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : ‘Tidak halal darah seorang muslim kecuali Karena salah satu di antara tiga perkara : orang yang telah kawin berzina, jiwa dengan jiwa, dan orang yang meninggalkan agamanya yaitu merusak jama’ah’ “.
[Bukhari no. 6878, Muslim no. 1676]

Penjelasan:
Pada beberapa riwayat disebutkan :
“Tidak halal darah seorang muslim yang telah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah, kecuali karena salah satu dari tiga hal”.
Kalimat “telah bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan sesungguhnya aku adalah rasul Allah” merupakan penjelasan dari kata “muslim”. Kalimat “yang merusak jama’ah” adalah penjelasan dari kata “yang meninggalkan agamanya”.

Ketiga golongan ini darahnya dihalalkan berdasarkan nash. Yang dimaksud dengan “jama’ah” adalah kaum muslim dan yang dimaksud dengan “merusak jama’ah” adalah keluar dari agama. Inilah yang menyebabkan darahnya dihalalkan.

Kesempurnaan iman


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ
                  

عَنْ أَبِيْ حَمْزَة أَنَسِ بنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَن النبي صلى الله عليه وسلم قَالَ: (لاَ يُؤمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ) – رواه البخاري ومسلم

Terjemahan:
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radhiyallahu anhu, pelayan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak beriman seseorang di antara kamu sehingga ia mencintai milik saudaranya (sesama muslim) seperti ia mencintai miliknya sendiri”.
[Bukhari no. 13, Muslim no. 45]
 barangsiapa terjerumus dalam wilayah samar-samar maka ia telah terjerumus kedalam wilayah yang haram, seperti penggembala yang menggembala di sekitar daerah terlarang maka hampir-hampir dia terjerumus kedalamnya. Ingatlah setiap raja memiliki larangan dan ingatlah bahwa larangan Alloh apa-apa yang diharamkan-Nya. Ingatlah bahwa dalam jasad ada sekerat daging jika ia baik maka baiklah seluruh jasadnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati”.
[Bukhari no. 52, Muslim no. 1599]


Wednesday, 27 December 2017

CARA MENANAM CABE YANG SUKSES





Di Indonesia cabe atau cabai memiliki tempat tersendiri. Hampir setiap orang suka makan pakai cabe, entah itu cabe yang segar atau sudah diolah dulu jadi sambal. Tapi seperti nggak bisa buat lepas dari yang namanya cabe ini.
Padahal harga cabe cukup mahal, apalagi kalau terjadi gagal panen atau stoknya lagi dikit. Bisa sampai dua kali lipat bahkan lebih tuh harganya.
Nah, cabe yang biasa dikonsumsi pun beragam. Cabe rawit biasanya dimakan langsung sama gorengan, cabe keriting dan cabe merah besar dibuat jadi sambel dulu. Atau cabenya dikeringin terus dibuat bumbu untuk taburan makanan ringan, sekarang kan lagi rame tuh makanan yang rasanya pedes-pedes pakai level gitu.
Dengan banyaknya permintaan pasar, sekarang banyak yang coba membudidayakan tanaman cabe, khususnya cabe rawit. Walaupun harganya fluktuatif, petani masih banyak juga yang menanam cabe ini.
Membudidayakan cabe sebenarnya bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Saat musim hujan, tanaman ini tidak perlu disiram, hanya mengandalkan air hujan saja. Mending langsun kita cari tau saja yuk bagaimana cara menanam cabe yang baik dan benar.

Cabe atau cabai (Capsicum annuum)

Kita kenalan dulu sama cabe ini yuk, butuh syarat apa aja sih untuk tumbuh.

Syarat Tumbuh Tanaman Cabe

Tanah
  • Membutuhkan tanah yang memiliki struktur remah atau gembur serta kaya akan bahan organik.
  • pH (derajat keasaman) tanahnya sekitar 5,5 sampai 7,0.
  • Tanah tidak becek atau terdapat genangan air.
Iklim
  • Curah hujan pertahun antara 1500 sampai 2500 mm, dengan distribusi merata.
  • Suhu udara sekitar 16° sampai 32°C.
  • Saat sudah mulai pembungaan dan pemasakan buah, tanaman cabe harus cukup sinar mataharinya (10-12 jam).

Cara Menanam Cabe


Berikut ini langkah yang harus dilakukan untuk menanam tanaman cabe.
1. Pemilihan Jenis Cabe
Sebelum menanam kamu harus tentukan dulu jenis cabe apa yang akan ditanam. Kamu bisa memilih apakah cabe rawit, cabe merah besar, cabe merah atau jenis cabe lainnya.
 
 
 
 
2. Menyemai Benih Cabe
 Setelah menentukan akan menanam cabe jenis apa, pilihlah cabe yang masih segar. Kupas cabe tersebut dan ambil bijinya. Selanjutnya jemur sampai kering.
Selanjutnya, lakukan semai benih yang telah kering. Kamu dapat memilih apakah akan disemai di polybag atau di media bedengan semaian. Kedua cara tersebut hampir sama, tapi kebanyakan petani memakai media bedengan sebagai teknik untuk menyemai benih cabe.
Cara menggunakan teknik bedengan adalah dengan membuat bedengan pada sebidang tanah yang gembur. Beri pupuk kandang dan pupuk TSP (kalau mau yang organik tidak usah gunakan pupuk TSP) secukupnya. Pemupukan dimaksudkan untuk mempercepat pertumbuhan bibit cabe.
Setelah bedengan siap, taburkan benih cabe ke dalam setiap bedengan yang dibuat. Setelah itu, tutup bagian atas menggunakan gulma kering, bisa menggunakan alang-alang kering yang disangga menggunakan kayu jarak. Jarak antara tanah cabe.
Selama proses penyemaian, jaga selalu kondisi tanah dengan cara menyiraminya setiap hari di atas penutupnya, agar air tidak langsung jatuh ke tanah yang akan menyebabkan benih jadi hanyut.
Tunggu sampai benih tumbuh menjadi tanaman kecil yang memiliki daun minimal empat helai. Saat sudah mempunyai daun minimal empat, bibit cabe siap untuk dipindahkan ke lahan tanam.
3. Pembuatan Lahan Tanam Cabe
  • Sambil menunggu bibit cabenya jadi, kita siapkan dulu lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe.
  • Bersihkan lahan yang akan digunakan untuk menanam cabe dari gulma atau rumput liar.
  • Gemburkan tanah dan beri pupuk kandang.
  • Buat bedengan dengan lebar sekita 1 meter sampai 1,5 meter. Ketinggian bedengan 30 cm dan jarak antar bedengan 30 sampai 40 cm.
  • Buat lubang dengan jarak antar lubang 40 sampai 60 cm.
  • Nah, lahan siap digunakan untuk menanam cabe.
4. Penanaman Cabe
Masa tanam yang paling baik untuk tanaman cabe adalah ketika curah hujan tidak terlalu banyak. Hal ini penting untuk diketahui karena jika curah hujan tinggi dan terdapat genangan air, tanaman cabe bisa menjadi mati.
Nah, berikut langkah untuk menanam bibit cabe yang sudah jadi.
  • Ambil bibit yang sudah memiliki daun sebanyak emapt helai dan kondisinya baik.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang yang sudah disiapkan pada lahan tanam.
  • Tutup kembali lubang dengan menggunakan tanah atau pupuk kandang.
  • Siram tanaman cabe tiap hari jika tidak hujan.
  • Saat musim kemarau, kamu bisa memberikan penutup diatas tanaman cabe. Bisa menggunakan jerami atau penutup yang lain, hal ini untuk menjaga kelembaban serta agar tidak terjadi kekeringan pada lahan tanam.
5. Pemupukan Tanaman Cabe
Pupuk yang diberikan pada tanaman cabe dapat berupa pupuk kandang atau pupuk kompos, itu jika akan menghasilkan cabe yang organik. Tapi jika tidak, kamu dapat mencampur pupuk kandang atau pupuk kompos dengan TSP atau urea secukupnya.
6. Perawatan Tanaman Cabe
  • Lakukan penyiraman tanaman cabe setiap hari jika kondisi sedang tidak hujan.
  • Lakukan penyiangan atau pembersihan rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman cabe.
  • Cabut daun yang kuning agar pertumbuhan tanaman cabe lebih optimal.
  • Jika tidak perlu gunakan pestisida secara berkala untuk menghilangkan hama yang menyerang tanaman.
7. Pemetikan Cabe
Lakukan pemetikan buah cabe yang kondisi buahnya telah masak. Masukkan ke dalam wadah yang memiliki sirkulasi udara yang lancar agar cabe tidak menjadi busuk.

Cara Menanam Cabe di Dalam Polybag



Sedikit berbeda dengan cara menanam cabe biasanya, cara menanam cabe menggunakan polybag ini bisa kamu lakukan di mana saja. Tidak perlu lahan yang luas dan besar untuk menggunakan cara ini. Berikut yang harus kamu lakukan untuk menanam cabe menggunakan polybag
1. Pemilihan Benih
Di pasaran, kamu akan menemui beberapa varietas cabe, mulai dari yang hibrida sampai varietas lokal. Untuk menanam kedua jenis cabe tersebut, tidaklah memiliki perbedaan. Namun, untuk jika ingin membudidayakan cabe varietas hibrida, kamu harus menggunakan obat-obatan tertentu.
Untuk jenis cabe hibrida, benihnya didatangkan dari Thailand dan Taiwan. Kalau varietas lokal biasanya ditanam di daerah Kudus, Rembang, sampai Sumatera Utara, tepatnya di Tanah Karo.
Kalau kamu baru memulai menanam cabe, lebih baik memilih yang varietas lokal. Varietas lokal lebih mudah perawatannya daripada varietas hibrida. Sekarang juga sudah ada varietas lokal hasil seleksi yang tingkat produktivitasnya jauh lebih baik jika dibandingkan varietas lokal biasa.
Alasan lain memilih varietas lokal adalah cabe lokal itu lebih adaptif dengan kondisi lingkungan tempat cabe tersebut ditanam. Namun, jika dibandingkan dengan varietas hibrida, tingkat produktivitasnya tentu akan kalah.

2. Penyemaian Benih
Seperti halnya menanam pada lahan biasa, menanam cabe di dalam polybag sebaiknya jangan langsung dari benih atau biji. Pertama-tama, kamu harus terlebih dahulu menyemai benih agar menjadi bibit. Penyemaian juga berfungsi untuk menyeleksi benih mana yang tumbuhnya tidak baik dan berpenyakit.
Penyemaian benih ini juga menggunakan polybag berukuran kecil, sekitar 8×9 cm. Selain polybag, kamu juga bisa menggunakan baki atau tray, daun pisang, atau petakan tanah. Dari beberapa cara tersebut, cara yang paling mudah dan praktis adalah menggunakan petakan tanah.
Cara menyemai benih dengan menggunakan petakan tanah adalah, siapkan terlebih dahulu sepetak tanah secukupnya. Setelah itu, campurkan kompos dengan tanah, kemudian aduk sampai rata. Buat tanah segembur mungkin agar nantinya akar tanaman cabe dapat menembus tanah dengan mudah. Setelah itu, buat ketebalan petakan tanah antara 5-10 cm. Kemudian, buat larik yang jarak antar lariknya 10 cm.
Tempat penyemaian telah siap, selanjutnya tanam benih cabe dengan jarak 7,5 cm di dalam larik yang sudah dibuat. Kemudian, siram tempat penyemaian agar tanah menjadi basah, lalu tutup menggunakan abu atau tanah. Dan, tutup tempat penyemaian menggunakan karung goni selama 3-4 hari.
Selama proses penutupan tersebut, pastikan karung goni selalu basah. Nah, setelah 4 hari, bibit akan muncul, bukalah karung goni. Setelah dibuka, sebaiknya tempat penyemaian ditudungi dengan plastik transparan. Gunanya untuk melindungi bibit cabe dari panas matahari dan siraman air hujan secara langsung.
Setelah berumur 3-4 minggu, bibit cabe siap dipindahkan ke dalam polybag yang ukurannya besar. Atau, kamu bisa melihat apakah bibit cabe sudah siap dipindahkan ketika tanaman tersebut sudah memiliki 3-4 helai daun.
3. Penyiapan Media Tanam
Untuk menanam bibit cabe, pilihlah polybag yang ukurannya lebih dari 30 cm. Gunanya, agar media tanah, nantinya cukup kuat untuk menopang tanaman cabe yang rimbun.
Selain polybag, kamu juga bisa menggunakan pot dari bahan semen, tanah liat, keramik, atau plastik. Atau, kamu juga bisa memanfaatkan barang bekas seperti kaleng, toples yang bagian bawahnya sudah dilubangi terlebih dahulu untuk jalan air keluar.
Menanam cabe di dalam polybag membutuhkan media tanam berupa campuran tanah, pupuk kandang, kompos, arang sekam, atau sekam padi. Nah, untuk mendapatkan media tanam yang baik, kamu bisa menggunakan beberapa komposisi campuran dari bahan-bahan yang ada.
Pertama, kamu bisa menggunakan campuran tanah dan kompos yang perbandingannya 2:1. Kedua, bisa juga mencampur tiga macam media, tanah, arang sekam, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Atau, yang ketiga, kamu menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang yang komposisinya 2:1. Nah, buat kamu yang menggunakan pupuk kandang, sebaiknya pilih pupuk yang sudah matang, jangan lupa juga untuk melihat jenis dan karakteristik pupuk tersebut.
Ketika membuat media tanam, usahakan membuatnya sehalus mungkin dengan cara diayak. Untuk mendapatkan hasil cabe yang baik, tambahkan 3 sendok NPK pada setiap media tanam dalam satu polybag. Campurkan NPK tersebut sampai benar-benar merata ya.
Sebelum memasukkan media tanam, terlebih dahulu lapisi bagian dalam polybag menggunakan sabut kelapa, pecahan gabus atau styrofoam, atau pecahan genteng. Fungsinya, tentu saja untuk mencegah terjadinya genangan air pada akar tanaman cabe.
4. Pemindahan Bibit
Setelah kamu mendapatkan bibit yang baik dan media tanam sudah siap, langkah selanjutnya adalah memindahkan bibit dari tempat penyemaian ke dalam polybag.
Pemindahan bibit sebaiknya dilakukan saat sore hari, ketika matahari tidak terlalu terik. Hal ini ditujukan agar tanaman cabe tidak stres ketika dipindahkan.
Saat pemindahan, usahakan lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai terjadi kerusakan terutama pada bagian akar. Buatlah lubang pada polybag dengan kedalaman 5-7 cm.
Jika kamu menggunakan tempat penyemaian berupa polybag atau daun pisang, langsung saja copot polybag atau daun pisang tersebut dan masukkan semua tanah yang ada di tempat penyemaian ke dalam lubang tanam. Tetapi, kalau kamu menyemai benih menggunakan petakan tanah atau tray, pindahkan saja beserta tanah yang menempel pada akar dan masukkan ke lubang tanam.
5. Pemeliharaan dan Perawatan
Setelah bibit berhasil dipindahkan, lakukan perawatan terhadap tanaman cabe secara rutin. Beri pupuk tambahan dengan dosis satu sendok makan NPK untuk setiap polybag tiap bulannya. Jika kamu menginginkan cabe yang organik, gunakanlah pupuk cair, semprotkan saat masa pertumbuhan daun dan buah. Tambahkan juga kompos atau pupuk kandang sebanyak satu kepal saat tanaman akan berbuah.
Untuk penyiraman, lakukanlah minimal 3 hari sekali, jangan sampai kurang. Tapi, ketika matahari sedang terik-teriknya, siram tanaman setiap hari.
Agar tanaman cabe dapat tumbuh dengan baik, perlu dilakukan pengajiran. Pengajiran ini berfungsi untuk menopang tanaman cabe agar dapat berdiri tegak. Lakukan pengajiran ketika tanaman cabe sudah tumbuh sekitar 20 cm. Berikan ajir berupa batang bambu dan ikatkan ke pohon cabe.
Ketika tanaman sudah tumbuh, kurangilah tunas-tunas muda yang tumbuh di ketiak daun, atau istilahnya dirompes. Perompesan ini sebaiknya dilakukan pada hari ke-20 setelah masa tanam. Perompesan biasanya akan dilakukan sebanyak tiga kali sampai terbentuk cabang. Fungsi dari perompesan adalah agar tanaman tidak tumbuh ke samping, karena batang belum terlalu kuat untuk menopangnya.
Ketika tanaman diserang hama dan penyakit, gunakanlah pestisida. tapi ingat, hanya gunakan pestisida jika tanaman terlihat terserang hama atau penyakit saja.
Gunakan pestida jika terlihat hama putih, jika ada jamur, maka gunakan fungisida, ketika daun dimakan ulat, gunakanlah insektisida. Tetapi, jika kamu menginginkan cabe organik, gunakanlah pestisida organik juga.
6. Pemanenan
Cabe siap panen, berwarna merah dengan sedikit warna hijau

Setelah melalui waktu yang cukup panjang, nantinya akan keluar cabe dan siap untuk dipanen. Waktu pemanenan ini berbeda-beda, tergantung varietas cabe dan juga lingkungan tempat menanam cabe.
Pemanenan sebaiknya dilakukan ketika cabe belum sepenuhnya berwarna merah, masih terlihat ada garis hijaunya. Cabe dengan warna seperti itu, sudah masuk bobot yang optimal dan cabe masih dapat tahan 2-3 hari sebelum akhirnya terjual di pasar.
Pemanenam sebaiknya dilakukan saat pagi hari, setelah embun mengering. Hindarilah memanen ketika malam atau siang hari.

Hadis Arba'n ( Takdir Manusia Telah Ditetapkan )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ







عَنْ عَبْدِ اللهِ بنِ مَسْعُوْدْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: حَدَّثَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَهُوَ الصَّادِقُ المَصْدُوْقُ: ( إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ المَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرٌّوْحَ، وَيَؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَالله الَّذِي لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا ) – رواه البخاري ومسلم

Terjemahan:
Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiallahu ‘anh, dia berkata : bahwa Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya tiap-tiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘Alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi Mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga, kemudian diutuslah Malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 kata : Rizki, Ajal, Amal dan Celaka/bahagianya. maka demi Alloh yang tiada Tuhan selainnya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Alloh lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.

[Bukhari no. 3208, Muslim no. 2643]

Hadis arba'in ( Rukun ISLAM )




عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: ( بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى

خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ) – رواه البخاري

ومسلمl
Terjemahan:
Dari Abu Abdirrahman, Abdullah bin Umar bin Al-Khathab radhiallahu ‘anhuma berkata : saya mendengar Rasulullah bersabda: “Islam didirikan diatas lima perkara yaitu bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah secara benar kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, mengerjakan haji ke baitullah dan berpuasa pada bulan ramadhan”.

Monday, 25 December 2017

HADIS ARBA'N (islam,iman dan ikhsan)

اَلْحَدِيْثُ الثَّانِى

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ


عَنْ عُمَرَرَضِىَ اللهُ عَنْهُ اَيْضًا قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ اِذْ طَلَعَ

عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَا الشَّعْرِ لاَيُرَى عَلَيْهِ  أَثَرَالسَّفَرِ وَلاَيَعْرِفُهُ مِنَّااَحَدٌحَتَّى جَلَسَ اِلَى

النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْنَدَ رُكْبَتيْهِ اِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَحِدَيْهِ وَقَالَ : يَامُحَمَّدُااَخْبِرْنِى عَنِ

اْلاِسْلاَمِ . فَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اْلاِسْلاَمُ اَنْ تَشْهَدَ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَاَنَّ مُحَمَّدًارَسُلُ اللهِ وَتُقِيْمُ

الصَّلاَةَ وَتُؤْتِىَ الزَّكَاةَ وَتَصَوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ اِنِ اسْتَطَعْتَ اِلَيْهِ سَبِيْلاً. قَالَ صَدَقْتَ فَعَجِبْنَالَهُ يَسْاَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ

قَالَ فَاَخْبِرْنِى عَنِ الْاِيْمًانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرَسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْاَخِرِ وَتُؤْمِنُ بِالقَدَرِخَيْرِهِ. قَالَ صَدَقْتَ

قَالَ فَاَخْبِرْنِى عَنِ الْاِحْسَانِ . قَالَ اَنْ تَعْبُدُ اللهَ كَاَنَّكَ تَرَاهُ فَاِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ فَاَخْبِرْنِى عَنِ الْسًاعَةِ

قَالَ مَاالْمَسْؤُوْلُ عَنْحَابِاًعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ . قَالَ فَاَخْبِرْنِى عَنْ أَمَارَتِهًا . قَالَ اَنْ تَلِدَ الْاَمَةُ رَبَّتَهَا وَاَنْ تَزى الْخُفَاتَ الْعُرَاةَ

الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلَوْنَ فِى الْبُنْيَانِ ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا . ثُمَّ قَالَ : يَاعُمَرُ اَتَدْرِى مَنِ السَّائِلُ  ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ

اَعْلَمُ . قَالَ فَإِنَهَ جِبْرِيْلٌ اَتَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . رواه مسلم



Dari Umar RA juga, beliau berkata : Ketika kami (para sahabat) Sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah SAW, yaitu pada suatu hari maka tiba-tiba datanglah kepada kami seorang laki-laki yang mengenakan pakaian yang sangat putih, lagi sangat hitam rambutnya, tidak tampak bekas (tanda-tanda) perjalanannya dan tidak ada seorangpun di antara kami yang mengenalnya : maka duduklah dia dihadapan Nabi SAW, lalu di sandarkanlah kedua lututnya pada kedua lutut Nabi SAW dan meletakkan kedua tapak tangannya di atas kedua paha Nabi SAW : seraya berkata : Hai Muhammad, terangkanlah kepadaku tentang Islam. Maka jawab Rasulullah SAW : Islam yaitu hendaklah :
1. Engkau menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan melainkan Alloh dan sesungguhnya Muhammad itu adalah utusan Alloh.
2. Engkau mendirikan shalat.
3. Engkau memberikan zakat.
4. Engkau melakuakan puasa dalam bulan Ramadhan.
5. Engkau pergi mengerjakan ibadah haji ke Baitullah (Mekkah) apabila engkau mampu menjalaninya.
Berkatalah (menyahutlah) orang itu : Benar engkau !
Maka kami heran dari (jawaban) nya, dan juga membenarkannya.
Orang itu bertanya lagi : Maka terangkanlah kepadaku tentang iman. Jawab Nabi SAW : Hendaklah engkau beriman :
1. Kepada Alloh.
2. Kepada malaikat-nya.
3. Kepada kitab-nya.
4. Kepada utusan-nya.
5. Kepada hari akhir (kiamat).
6. Dan kepada taqdir, yang baik dan yang buruk.
Maka kata orang tadi : Benar engkau ! Ia seterusnya bertanya lagi : maka beritahukanlah kepadaku tentang ikhsan. Jawab Nabi : Hendaklah engkau menyembah (mengabdi) kepada Alloh seakan-akan engkau melihat kepada-Nya. Maka jika engkau tidak dapat (seakan-akan) melihat kepada-Nya, maka sesungguhnya Alloh itu melihat kepadamu.
Orang itu bertanya lagi : Beritahukanlah aku tentang hari kiamat itu tidaklah lebih tau dari pada yang bertanya (hari kiamat). Lalu orang itu bertanya lagi : Beritahukan aku tentang tanda-tandanya. Maka Jawab Nabi SAW : Di antaranya yaitu seorang hamba Sahaya telah melahirkan tuannya (majikannya), dan jika engkau melihat orang-orang yang tida beralas kaki,bertelanjang,sangat miskin,sebagai pengembala kambing pada berlomba-lomba dalam kemegahan (pembangunan) gedung-gedung. Kemudian orang tadi lalu berangkat pergi. Maka akupun (Umar RA) berdiam dari beberapa saat lamanya. Nabi SAW kemudian bersabda : Hai Umar, tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi? Maka aku menjawab : Alloh dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Sabda Nabi SAW : Sebenarnya dia itu adalah Jibril yang datang kapadamu untuk mengajarkan tentang agamamu.

(Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim)

HADITS ARBA'IN ( Amal Tergantung niatnya )

اَلْحَدِيْثُ اْلاَوَّلُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَن الرَّحِيْمِ                   

عَنْ أَمِيْرِ الْمُؤْمِنِيْنَ أَبِى حَفْصٍ عُمَرَبْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهُ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ  وَشَلَمَ

يَقُوْلُ : اِنّمَاالْاَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَاِنَّمَالِكُلِ امْرِىءٍ مَانَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ اِلىَ اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ اِلَى اللهِ      

وَرَسُوْلِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا اَوِامْرَاءَةِ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ اِلَى مَاهَاجَرَاِلَيْهِ رَوَاهُ اِمَامَاالْمُحَدِّثَيْنِ

 أَبُوْ عَبْدِاللهِ مُحَمَّدُابْنُ إِسْمَاعِيْلَ بْنِ إِبْرَاهِيْمَ إِبْنِ الْمُغِيْرَةِ ابْنِ بَرْدِزْبَةَ الْبُخَرِى وَأَبُو الْحُسَيْنِ مُسْلِمُ بْنُ

الْحَجَّاجِ بْنِ مُسْلِمٍ الْقُشَيْرِيُّ النَّيْسَابُوْرِيُّ فِى صَحِيْحَيْهِمَا الَّذَيْنِ هُمَا أَصَحُّ الْكُتُبِ الْمُصَنَّفَةِ


Artinya :
         Dari Amirul Mu’miniin Abu Hafash Umar bin Khathab RA di mana beliau telah berkata : saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda : sudahlah seharusnya semua amal (perbuatan )
         itu disertai niat, dan Sudah seharusnya pula bagi setiap orang itu apa yang telah menjadi niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya itu menuju kapad (keridhaan) Alloh dan Rasul-nya,
         maka hijrahnyah itupun kepada Alloh dan Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya itu karena tujuan dunia (harta,kekayaan,kemegahan) yang hendak di raihnya atau karena wanita yang hendak dikawininya maka hijrahnya itupun kepada sesuatu yang ditujunya (dikehendakinya).
       
         Hadis ini diriwayatkan ollen dua orang ahli Hadis yaitu
         Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughirah bin Bardizbah Muslim Al Qusyairi An Naisaburi didalam dua kitab mereka yang paling shahih di antara kitab-kitab Hadis yang disusunya.

TERBARU

Hadits Arba'in 23 Suci Itu Bagian Dari Iman

عَنْ أَبِي مَالِكٍ الحَارِثِ بنِ عَاصِم الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: (الطُّهُورُ شَطْر...

HADIS HADIS